Kamis, 25 Maret 2010

PENDAHULUAN
Kedatangan Islam ke wilayah Asia Tenggara diduga karena proses perdagangan dan bukan melalui proses penaklukan suatu wilayah. Hal ini bisa dilihat dari peranan wilayah Asia Tenggara pada saat itu sebagai salah satu jalur perdagangan yang diminati oleh para pedagang. Jalur perdagangan itu masyur dikenal sebagai jalur sutra laut yang membentang dari mulai Laut Merah- Teluk Persia- Gujarat- Bengal- Malabar- Semenanjung Malaka- hingga ke China.

Teori-teori masuknya islam ke Asia Tenggara sebagaimana yang telah masyur adalah ada tiga kemudian berkembang menjadi empat pada saat ini, yaitu:
a. Teori Arab
b. Teori India
c. Teori Persia, dan
d. Teori China
Dengan keberadaan jalur perdagangan ini, memudahkan dalam penyebaran agama islam, terutama di wilayah pesisir pantai hingga akhirnya masuk ke wilayah pedalaman. Selain itu penguasaan wilayah pesisir oleh komunitas muslim pada saat itu semakin mempermudah penyebarluasan dakwah dan syiar islam kepada penduduk pribumi.
Dalam studi penyebaran Islam di wilayah daratan Asia Tenggara yang meliputi Thailand, Myanmar dan Indocina, pola penyebaran melalui perdagangan sangat dominan sekali. Selain itu adanya emigrasi suatu penduduk untuk mendiami wilayah baru di daratan Asia Tenggara ikut pula mempengaruhi proses penyebaran agama islam seperti contohnya di wilayah Indocina.
Maka dalam pembahasan kali ini akan mengkaji penyebaran agama islam di wilayah daratan Asia Tenggara dengan fokus kajian di wilayah Thailand, Myanmar dan Indocina.

PEMBAHASAN
A. Thailand
Kedatangan islam di Thailand telah terasa pada masa kerajaan Sulothai pada abad XIII. Dalam proses penyebaran agama islam di negeri ini faktor yang paling dominan adalah melalui perdagangan terutama saat masa kerajaan Ayutthaya.
Pada waktu itu orang-orang muslim Thailand memiliki peran yang sangat penting diantaranya sebagais audagar, menteri maupun kepala pelabuhan. Sehingga secara langsung mupun tidak langsung memiliki akses ke dalam kerajaan dan menjadi kelompok yang sangat berpengaruh di istana.
Maka dengan pengaruh-pengaruh dari orang orang muslim yang memiliki posisi penting itu menjadi lebih leluasalah penyebaran agama islam terutama kepada rakyat yang memang memiliki kontak langsung dalam perdagangan dan jaminan politik dari raja-raja yang berkuasa secara langsung memberi ruang yang cukup untuk mengenalkan islam secara terbuka.
Sebenarnya wilayah selatan thailand pada masa dahulu bukan termasuk wilayah thailand. Sebenarnya semenanjung Malaya yang berpenduduk melayu yang dikelola dalam negara-negara kecil. Orang-orang melayu ini memeluk agama islam sepanjang abad ke lima belas. Satu abad sebelumnya, kerajaan thailand mulai melakukan penakhlukan dans erangan di semenanjung malaya yang memuncak pada 1767 M, dengan penaklukan semua negara muslim sampai ke Ligor. Hingga akhirnya wilayah Patani pun menjadi bagian dari kerajaan sejak abad ke sembeilan belas . Inilah yang nantinya membuat mengapa etnis muslim thailand terkonsentrasi di wilayah selatan.
Kaum muslim tidak hanya mampu mengontrol jalur perdagangan yang melintasi semenanjung, namun juga mampu mengamankan perjanjian administratif di seluruh kerajaan Ayutthaya.
Namun demkian komunikasi yang kurang bagus dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan elit penguasa kerajaan pada saat itu yang jelas non muslim membuat penyebaran islam menjadi terkendala dan hanya terfokuskan di wilayah thailand selatan terutama yang berbatasan dengan semenanjung Malaka dan wilayah malaysia (melayu).
Hingga pada akhirnya, rapuhnya melayu patani di thailand selatan, hancurnya kekuatan politik dan hilangnya peran elite tradisional mereka menimbulkan efek melemahkan umat. Bahasa melayu yang menjadi perekat identitas mereka dan media dalam sistem pengajaran dihapuskan, karena mendapat pengawasan dari penguasa kerajaan.
Komunitas muslim yang belum banyak itu, hanya sekitar dua juta juwa mengalami dilema yang kompleks. Diperburuk oleh keadaan kelompok muslim yang terpusat di propinsi bagian selatan yang menginginkan kemerdekaan dan keikutsertaan mereka dalam bernegara tidak mendapat tempat, akhirnya mereka menjadi bangsa yang diburu dan ditaklukan.

B. Myanmar
Islam sampai ke Myanmar melalui banyak jalan. yaitu, para pedagang arab muslim menetap di garis pantai selama abad pertama hijriyah (ke 7 M) atau sesudahnya, mula mula di atas pantai Arakan, dan kemudian ke selatan. Kemudian disusul oleh komunitas india dan malaysia (melayu) yang telah efektif dalam menyebarkan agama islam. Akhirnya para pengungsi dari Yunnan di abad sembilan belas menetap di bagian utara negeri itu.
Suatu negara muslim pada saat itu didirikan di Arakan ketika sultan bengal yang Muslim Nasiruddin Mahmud Shah (1442-1459 M) membantu raja Sulaiman Naramitha membangun negara Mrauku yang muslim.
Pemerintahan muslim berlangsung beberapa abad di Arakan dan meluas ke selatan sejauh Moulmein selama pemerintahan Sultan salim Shah Razagri 91593-1612 M). Pada saat itu bahasa Persia merupakan bahasa negara bagu negara muslim Arakan. Ibukotanya Myohaung.
Pada 1784 myanmar yang pengikut budha menaklukan negara muslim, diikuti antara 1824 dan 1826 oleh Inggris. Maka pada saat Myanmar merdeka pada 1948, Arakan dimasukkan kedalam wilayah kekuasaan negara Myamnar.

C. Wilayah Indocina
Pada abad pertengahan, Indocina dibagi kedalam tiga kerajaan: Annam (Vietnam sekarang), Kampuchea dan Champa. Annam terdiri hanya dataran Tonkin Utara, yakni delta sungai merah. Annam adalah negara buddha. Sementara Kampuchea adalah wilayah kerajaan Hindu yang memiliki wilayah lebih luas daripada yang dimiliki oleh negara Kamboja dewasa ini. Sementara bagian tengah dari Vietnam sekarang, pada waktu itu adalah wilayah kekuasaan Champa.
Wilayah ini pernah mengalami suatu fase yang memerankan peranan pentingd alam perkembangan islam, khususnya di wilayah indocina, baik menyangkut politik maupun ekonomi. Dominasi kaum muslim dalam perdagangan dan upaya penyiaran islam yang amat gencar dilakukan di daerah ini telah membantu menfasilitasi naik pamornya kelompok muslik di Indocina terutama yang berpusat di wilayah kerajaan kampuchea. Di antara wilayah-wliayah indocina lainnya seperti vietnam dan laos, wilayah Kampuchea memiliki peranan dan pengaruh kaum muslim lebih besar, karena beberapa abad sebelumnya di Champa, yang kemudian bergabung dengab kerajaan kampuchea pernah terdapat kesultanan Muslim.
Penduduk muslim kampuchea, sebagaimana kaum muslim lainnya bersifat kosmopolitan. Mungkin karena faktor inilah yang kemudian menjadikan penguasa kampuchea masuk islam di awal abad ke 17.
Mayoritas muslim di wilayah ini berasal dari etnis Cham. Sulit dipastikan kapan cham mulai mengenal al Qur’an. Islam memasuki masyarakat Champa diperkirakan pada periode dinasti Zoong di China (960-1280 M). Komunitas muslim cham sudah ada pada abad ke X.
Tampaknya melalui hubungan dengan orang-orang melayu lah Cham menjadi muslim. Setelah kejatuhan negeri pada tahun 1470 oleh kerajaan Annam yang agresif dan selalu melakukan ekspansi dan mengambil seluruh wilayah kerajaan Champa, menyaksikan sebagian komunitas mereka mengungsi ke Kampuchea, dimana mereka semua adalah muslim.
Maka kerajaan Champa ini memiliki pertalian dengan negara Hindu jawa dan malaka. Ketika wilayah ini dikuasai oleh Annam dan ditawarkan memasuki agama islam, memeluk islam secara masal. Hingga akhirnya seperti dijelaskan sebelumnya melakukan emigrasi ke wilayah Kampuchea dan sempat sukses membawakan agama islam kepada elit penguasa kerajaan kampuchea.

KESIMPULAN
Kedatangan islam ke wilayah daratan Asia Tenggara secara garis besar bersamaan dengan kedatangan islam di wilayah semenajung Asia Tenggara hal ini dikarenakan adanya keterkaitan hubungan perdagangan diantara wilayah wilayah tersebut.
Akan tetapi dalam prpses penyebarannya tidak selaras dan bisa dikatakan tidak berkesinambungan meskipun pada waktu dulu islam memalui masyarakat pribumi maupun asing yang mendiami wilayah Thailand, Myanmar maupun Indocina memiliki peranan penting dalam perdagangan maupun dalam peneybaran agama islam.


DAFTAR PUSTAKA
Ajid Thohir, 2009. Studi Kawasan Dunia Islam Perspektif etno-Lingusitik dan Geo-Politik.Jakarta: Rajawali Pres.

M. Ali Kettani. 2005. Minoritas Muslim di Dunia Dwasa Ini. Terj. Zarkowi Suyuti. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Pitsuwan, Surin. 1989. Islam di Muangthai, Nasionalisme Masyarakat patani. Terj. Hasan Basari. Jakarta: LP3ES.

Dedi Supriadi, M.Ag. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.

2 komentar:

  1. saya sudah memfollow anda tolong sekarang anda follow boykiiz.blogspot.com dan tentangblogislam.blogspot.com

    BalasHapus